Generic placeholder thumbnail
YANG TERUCAP YANG TERTULIS

MAS WANTIK

5

Other | Completed

310 Views

Pengantar Bagi kalangan berpikir, selain atas kehendak Allah SWT, kemudahan hidup sebenarnya selalu lahir atas kerja keras seseorang atau sekelompok orang. Tampaknya mudah, tapi ia tak serta merta ada, tanpa sebab. Misalnya, Anda dapat mudah bertransaksi secara online, karena ada perangkat teknologi informasi yang didesain canggih oleh para programmer dengan segala pernak-pernik hambatan. Anda dapat membaca mushaf lengkap dengan cara mudah membacanya, karena sekian lama dan sekian banyak manusia brilian bekerja keras melahirkannya. Begitu seterusnya. Ketekunan dan keikhlasan yang berbuah ‘ilmu hidup’ tersebut lantas menjadi kekuatan khusus saat memberi dan berbagi pada sesama. Pengucapan kata ‘mudah’ tentu saja bukan tanpa alasan. Apalagi kata itu lahir dari seseorang yang lebih banyak berbuat, daripada berbicara. Kira-kira, tak kurang dan tak lebih, begitulah cara gampang menilai dedikasi penulis ini dalam menebarkan optimisme hidup. Bahwa hidup tidak melulu untung-rugi, atau hitung-hitungan kasat mata. Penulis berkisah tentang hidupnya yang seringnya, susah dikalkulasikan, tapi kemudian menjadi mudah dan berguna saat dijalani dengan kesungguhan. Katakanlah penulis hendak memberi teladan dalam menuai hikmah hidup, tulisan-tulisan bertutur sarat makna dalam buku ini dapat membawa Anda pada kenyataan hidup yang sebenarnya, juga Anda rasakan dan jalani. Buku ini seperti berkisah tentang perjalanan banyak orang, meski mungkin, dalam sudut pandang ‘lelaku’ yang dominan, ket imbang berangan atau berkonsep. Disajikan seorang praktisi, pengamat, pendidik, dan filsuf, karya yang akan Anda baca kali ini mengabarkan hal penting yang bisa jadi selama ini tidak dinilai penting, karena belum dilakoni. Sebuah manuskrip utuh tentang apa ‘yang terucap’ dan apa ‘yang tertulis’. Pada konteks sederhana, penulis hendak berujar, bila ingin berbuat baik, lakukanlah. Tak perlu menunggu atau berpikir terlalu lama. Penulis menggarisbawahi pentingnya belajar dalam keadaan apa pun, sampai kapan pun, dan kepada siapa pun. Bukan perkara mudah perihal belajar terejawantah dalam hidup seseorang. Tapi bagi seorang pembelajar, ia justru menilai bahwa hidup memang belajar. Tidak perlu malu, tidak perlu berkeluh, tidak perlu bermalas. Poin terakhir yang dapat Penerbit nisbahkan pada penulis adalah tentang keistiqamahan. Orang bijak mengatakan, istiqamah lebih baik daripada karamah. Artinya, sekecil apa pun perbuatan baik, bila dilakukan terusmenerus, akan berdampak besar bagi manusia dan kemanusiaan. Selamat membaca karya monumental di tangan Anda ini. Tak perlu terburu-buru. Mari mengunyahnya dengan cara paling sederhana dan dalam sudut pandang Anda sendiri. Kekuatan tulisan akan terasa hingga ke kalbu, bila Anda seorang perindu laku hidup atau berbuat baik. View More...

Comments Write Comments

Rate