Generic placeholder thumbnail
A SHOULDER TO CRY ON

RIA N. BADARIA

4.2

Romance | Completed

1675 Views

Hingga Anka merasakan tangan Danu memegang bahunya lalu duduk tepat di hadapannya. Dengan lembut Danu memeluk Anka, menyandarkan kepala Anka di dadanya. Tanpa kata-kata Danu membelai rambut Anka, seakan mengerti Anka membutuhkan sandaran, bukan pertanyaan. Anka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya setelah semua kejadian ini, memikirkannya saja ia tidak sanggup. Ia tidak punya siapa-siapa kecuali kedua orangtuanya. Anka sama sekali tidak siap. Tragedi ini terlalu kejam dan terlalu mengerikan untuk menjadi nyata. Tangisan Anka semakin hebat. Anka merasa tidak ada yang bisa dilakukannya sekarang selain menangis dan menangis. Seakan menangis bisa menjadi jeda sesaat sebelum ia benar-benar menghadapi mimpi buruk yang tiba-tiba menjelma. View More...

Comments Write Comments

Rate